Bukan Angkringan Biasa: Intip Desain Interior Instagramable yang Bikin Betah Berjam-jam di Solo!
Halo, Sobat Petualang dan Pecinta Kuliner! Sebagai seorang backpacker yang tak pernah lelah menjelajahi setiap sudut kota, terutama untuk mencari permata tersembunyi, perjalanan saya di Solo selalu penuh kejutan. Dari gang-gang sempit hingga jalanan utama, Solo punya daya tarik tersendiri, terutama soal kuliner. Sebagai tim dari Cah Solo Blogs, saya selalu mencari pengalaman yang tidak biasa untuk dibagikan. Dan kali ini, saya menemukan sesuatu yang benar-benar mengubah pandangan saya tentang sebuah angkringan.
Solo memang identik dengan angkringan. Setiap sudut kota seolah punya angkringannya sendiri, dengan gerobak sederhana, nasi kucing, sate-satean, dan wedang jahe yang menghangatkan. Namun, apa jadinya jika konsep angkringan itu naik kelas? Bukan sekadar tempat singgah untuk mengisi perut, melainkan destinasi yang bikin kamu betah berlama-lama, bahkan hanya untuk menikmati suasana dan mengambil foto. Siapkan dirimu, karena saya akan mengajakmu mengintip fenomena baru ini.
Bukan Angkringan Biasa: Intip Desain Interior Instagramable yang Bikin Betah Berjam-jam di Solo!
Pertama kali saya mendengar tentang angkringan ini, jujur, saya skeptis. Angkringan kok Instagramable? Bukankah angkringan itu identik dengan kesederhanaan, dengan kursi plastik atau tikar lesehan di pinggir jalan? Tapi rasa penasaran saya sebagai seorang penjelajah tak bisa dibendung. Saya pun memutuskan untuk membuktikan sendiri. Dan begitu tiba di lokasi, mata saya langsung terbelalak. Ini memang bukan angkringan biasa!
Bayangkan, sebuah angkringan yang dari luar sudah tampak berbeda. Fasade bangunan yang modern namun tetap mempertahankan sentuhan tradisional Solo, langsung menarik perhatian. Jauh dari kesan kumuh atau sementara, tempat ini terasa seperti sebuah kafe kekinian yang sengaja memilih nama angkringan untuk menarik perhatian. Ini adalah sebuah Angkringan Eksklusif di Solo yang benar-benar mendefinisikan ulang makna “angkringan”.
Saya masuk, dan kesan pertama yang saya dapatkan adalah: hangat dan nyaman. Aroma kopi dan rempah berpadu, bukan hanya asap bakaran sate seperti angkringan pada umumnya. Pencahayaan yang temaram namun cukup terang untuk membaca atau bekerja, musik latar yang menenangkan, dan tata letak interior yang sangat diperhitungkan. Ini jelas bukan sekadar tempat nongkrong Solo biasa, ini adalah sebuah pengalaman.
Ketika Tradisi Berpadu Estetika Modern: Konsep Desain yang Memukau
Salah satu hal yang paling membuat saya terkesan adalah bagaimana mereka berhasil memadukan elemen tradisional angkringan dengan sentuhan desain interior modern yang sangat estetik. Gerobak angkringan tetap ada, tapi bukan gerobak kayu biasa. Ia diolah menjadi semacam mini bar yang rapi, dengan pencahayaan sorot yang menonjolkan makanan-makanan yang disajikan. Dinding-dinding dihiasi dengan mural bernuansa Jawa klasik, namun digambar dengan gaya kontemporer yang apik.
Material yang digunakan pun tidak sembarangan. Ada sentuhan kayu jati yang kokoh, bambu yang dianyam rapi, hingga besi tempa yang memberikan kesan industrialis, semuanya bersatu padu menciptakan sebuah harmoni. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah desain angkringan eksklusif Solo bisa dieksekusi dengan sangat baik, tanpa menghilangkan esensi aslinya. Mereka berhasil menciptakan sebuah private dining angkringan Solo dalam skala yang lebih besar, di mana setiap sudut terasa personal.
Bukan hanya itu, penataan kursi dan meja juga sangat beragam. Ada area dengan meja dan kursi kayu tinggi ala bar, ada sofa empuk untuk bersantai, ada juga area lesehan dengan bantal-bantal etnik yang nyaman. Bahkan, saya melihat ada beberapa bilik semi-privat yang cocok untuk rapat kecil atau sekadar ingin berbincang lebih intim. Ini jelas bukan sekadar angkringan estetik, melainkan sebuah karya seni dalam bentuk ruang makan.
Lebih dari Sekadar Makan: Menemukan Suasana Nyaman untuk Berlama-lama
Di angkringan ini, makan hanyalah salah satu bagian dari pengalaman. Yang membuat saya betah berjam-jam adalah suasana nyaman yang ditawarkan. Pencahayaan yang hangat, pilihan musik yang pas—tidak terlalu keras, tidak terlalu pelan—dan juga aroma yang menggoda dari dapur, semuanya berkolaborasi menciptakan atmosfer yang sangat menyenangkan. Saya bisa duduk berjam-jam di sini, sambil menyeruput wedang jahe dan menikmati obrolan ringan dengan teman, atau bahkan sekadar membaca buku.
Berbeda dengan angkringan pada umumnya yang cenderung ramai dan bising, angkringan ini justru menawarkan ketenangan. Meskipun pengunjungnya cukup banyak, penataan ruang yang cerdas berhasil meredam kebisingan dan memberikan privasi yang cukup. Ini adalah tempat yang sempurna jika kamu ingin mencari tempat nongkrong Solo yang bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan, dari sekadar ngopi santai hingga diskusi serius.
Bahkan, saya melihat banyak pengunjung yang membawa laptop dan bekerja di sini. Koneksi Wi-Fi yang stabil, colokan listrik yang tersedia di mana-mana, dan tentu saja, suasana yang mendukung produktivitas. Ini adalah bukti bahwa sebuah angkringan bisa lebih dari sekadar tempat makan, ia bisa menjadi ‘kantor’ kedua atau ‘rumah’ ketiga bagi mereka yang mencari kenyamanan di luar rumah.
Sudut-Sudut Instagramable yang Menggoda Jemari
Sebagai seorang backpacker yang juga gemar mendokumentasikan setiap perjalanan, saya langsung tertarik dengan banyaknya spot foto Solo yang tersedia di angkringan ini. Setiap sudut seolah sengaja dirancang untuk menjadi latar belakang foto yang menarik. Dari dinding bertekstur dengan lukisan mural, rak-rak kayu berisi koleksi barang antik, hingga instalasi lampu gantung yang unik.
Saya bahkan menemukan sebuah spot dengan kursi anyaman rotan dan latar belakang tanaman hijau merambat yang sangat asri. Jangan lupakan juga area outdoor kecil dengan lampu-lampu taman yang remang, sangat cocok untuk berfoto di malam hari. Jujur saja, saya menghabiskan cukup banyak waktu hanya untuk berkeliling dan mencari sudut terbaik untuk diabadikan. Ini adalah surga bagi para pecinta fotografi dan mereka yang ingin mempercantik lini masa media sosialnya dengan konten yang unik.
Detail-detail kecil seperti hiasan meja, vas bunga mungil, atau bahkan desain menu yang artistik, semuanya berkontribusi pada estetika keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pemilik tempat ini benar-benar memikirkan setiap aspek dari interior cafe mereka, bahkan yang terkecil sekalipun, untuk menciptakan pengalaman visual yang maksimal bagi pengunjung.
Bukan Hanya Desain, Rasa Pun Bicara (Review Makanan Singkat)
Tentu saja, sebuah angkringan tidak akan lengkap tanpa makanan dan minumannya. Meskipun desainnya yang memukau adalah daya tarik utama, saya juga harus mengakui bahwa menu premium angkringan Solo di tempat ini tidak kalah istimewa. Mereka menyajikan nasi kucing dengan berbagai varian lauk yang lebih beragam dan berkualitas. Sate-sateannya pun tidak hanya sate usus atau telur puyuh biasa, ada sate ayam bumbu bali, sate jamur merang, hingga sate bakso bakar dengan saus spesial.
Minumannya juga jauh dari sekadar wedang jahe atau teh panas. Ada berbagai macam kopi racikan barista, jus buah segar, hingga minuman tradisional yang dikemas lebih modern. Saya mencoba wedang uwuh yang disajikan dalam gelas cantik dengan es batu kristal, rasanya menyegarkan dan otentik. Pilihan makanan dan minuman yang premium ini melengkapi pengalaman eksklusif yang ditawarkan oleh angkringan ini. Mereka berhasil menaikkan standar kuliner angkringan ke level yang lebih tinggi.
Pengalaman yang Mengubah Pandangan tentang Angkringan
Secara keseluruhan, angkringan ini bukan hanya sekadar tempat makan atau minum. Ini adalah sebuah destinasi. Sebuah tempat di mana tradisi bertemu inovasi, di mana kesederhanaan diangkat menjadi kemewahan, dan di mana setiap pengunjung bisa menemukan sudut favoritnya sendiri. Bagi saya, sebagai seorang backpacker yang selalu mencari hal baru, tempat ini adalah sebuah penemuan yang berharga.
Ini adalah bukti bahwa dengan kreativitas dan keberanian, sebuah konsep yang sudah familiar bisa diubah menjadi sesuatu yang benar-benar luar biasa. Saya sangat menghargai visi di balik tempat ini. Saya yakin, kisah pemilik angkringan Solo di balik ide brilian ini pasti sangat menarik untuk digali lebih lanjut. Mereka tidak hanya membangun sebuah bisnis, tetapi juga menciptakan sebuah ikon baru di kancah kuliner Solo.
Saya pulang dari angkringan ini dengan perut kenyang, galeri ponsel penuh foto, dan pikiran yang terinspirasi. Ini adalah jenis pengalaman yang saya harapkan bisa ditemukan di setiap sudut kota yang saya kunjungi. Angkringan ini benar-benar berhasil mengubah pandangan saya tentang apa itu angkringan dan apa yang bisa ditawarkannya.
Jadi, jika kamu sedang berada di Solo dan mencari tempat nongkrong Solo yang tidak biasa, yang menawarkan lebih dari sekadar makanan, saya sangat merekomendasikan untuk mengunjungi angkringan ini. Siapkan kamera terbaikmu, siapkan dirimu untuk betah berlama-lama, dan nikmati setiap momennya. Jangan lupa bagikan pengalamanmu di kolom komentar ya!




